Pencitraan

20120426-140650.jpg

Kata “pencitraan” saat ini mulai sering menjadi pembahasan para politikus. Pencitraan sebagai suatu upaya untuk memperoleh citra yang diharapkan. “Citra” adalah persepsi seseorang terhadap sesuatu. Pencitraan yang dimaksud politikus seperti yang baru-baru ini adalah upaya yang dilakukan oleh presiden untuk mendapat citra yang baik dari masyarakat. Presiden sering menyampaikan pidato yang isinya angka-angka ukurannya pemerintah. Banyak politikus yang mengatakan, “presiden jangan terlalu sibuk mencitrakan dirinya dengan terror keluarga, upaya pemerintah atas pengangguran, dll”. Hal tersebut dimaksudkan agar mendapat citra dan simapti yang baik dari masyarakat. Alih-alih malah dikritik dan dicemooh oleh para politikus.

Fenomena lain yang terjadi adalah aksi yang dilakukan oleh Dahlan Iskan dalam pembukaan pintu tol karena antrian yang panjang padahal gate pintu tol tidak dibuka semuanya. Kejadian lain adalah kejadian pengerebekan oleh Wamen Deni Indrayana ke Lapas. Mereka melakukan tindakan langsung tanpa bicara. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, anggota DPR sibuk mengkritisi tindakan mereka sebagai pencitraan. Bahasa kasarnya adalah mereka tukang pamer. Begitulah, sikap kekanak-kanakan anggota DPR keluar kembali berkenaan dengan pencitraan.

Pencitraan memang diperlukan, namun bukan sesuatu yang diupayakan oleh pribadi atau pihak sendiri. Pencitraan yang baik adalah yang dimunculkan oleh orang lain bukan oleh diri sendiri. Pencitraan yang dilakukan oleh orang lain akan menjadi lebih obyektif sehingga bukan semata-mata mengedepankan diri sendiri. Jika hal itu dilakukan oleh diri sendiri, maka orang lain akan memberikan penilaian yang negatif dan akan mengujinya. Bagi pihak lain, sebaiknya juga menjadikan prestasi positif untuk memaju dengan kinerja yang lebih baik bukan malah mencemooh seperti yang dilakukan anggota DPR terhadap cara kerja Dahlan Iskan dan Deni Indrayana.

Pada kesempatan ini, saya ingin menilai kinerja organisasi IT Telkom secara pribadi. Mohon digarisbawahi kata-kata organisasi dan bukan perorangan. Ada beberapa bagian organisasi yang saya ingin memberikan apresiasi khusus bulan April tahun 2012, antara lain:
– Direktorat PPM
Menurut saya, PPM telah berhasil bekerja secara efektif sebagai perpanjangan DP2 Dikti dalam mendorong tumbuhnya penelitian. PPM juga telah membangun kerjasama industri atau organisasi eksternal di luar Dikti walaupun rintisan tersebut masih belum menunjukkan hasil yang signifikan terhadap institusi. Di lain sisi, saya memberikan masukan antara lain transparansi penilaian proposal dan obyektifitas penilaian kelayakan penelitian. Transparansi sangat penting dilakukan untuk menumbuhkan kepercayaan. Selain itu, kelayakan penelitian juga perlu dilakukan oleh Tim mengingat banyaknya bidang penelitian yang tidak mungkin hanya dikuasai oleh satu orang.
– Bagian SPM
SPM sebagai lebaga penjaminan mutu harusnya dapat menjalankan peran penting yang dapat dimanfaatkan oleh manajemen puncak. Saat ini, SPM hanya dikesankan hanya untuk mencapai sertifikasi ISO. Namun, peran Audit ISO tidaklah hanya pada pemerolehan sertifikasi. Audit digunakan manajemen untuk melakukan proses concurent, yang sedang berjalan, agar tidak menyimpang dari kebijakan manajemen. Harapannya, efektifitas organisasi dapat dicapai dengan baik. Keberhasilan SPM dalam membanguns sistem maanjemen audit walaupun masih tertatih dan terus melakukan penyempurnaan perlu diacungi jempol. Bagian atau fakultas harus memberikan support dan menjalankan mekanisme yang dijalankan untuk kebaikan sendiri.
– Bagian Marketing dan Kerjasama
Bagian marketing dan kerjasama telah mencoba mendorong pendapatan finansial. Saya tidak tahu persis angka atau prosentase yang didapatkan, namun mereka juga berhasil untuk mendapatkan pendapatan diluar tuition fee. Namun demikian, bagian ini menurut saya hanya ada di IT Telkom. Bagian ini harusnya berkenaan dengan dukungan atau peningkatan bisnis IT Telkom secara khusus. Dalam hal ini, dukungan untuk promosi, peningkatan layanan eksternal, pemerolehan mahasiswa. Saat ini, bagian marketing dan kerjasama lebih ke arah pengerjaan project yang mengakibatkan ruang lingkupnya banyak bersinggungan dengan BTP, CSM, Fakultas, dan lain-lain. Bahkan fungsi khsuus bagian marketing dan penjualan sesuai dengan prinsip dasar organisasi tidak berjalan.
– Bagian CDC
CDC juga telah berhasil membangun program-program yang sifatnya mendorong pembukaan lapangan pekerjaan. Program yang sama melanjutkan program utama peran CDC. Namun demikian, upaya lain yang berhasil didorong adalah peningkatan peran alumni untuk memberikan kontribusi kepada Institusi ini.
– Fakultas Elektro dan Informatika
Fakultas ini berhasil untuk mendorong pencapaian prestasi perlombaan tingkat internasional dengan lomba robot dan imagine cup. Pencapain ini sangat positif untuk mendrive persepsi pasar terhadap kemajuan IT Telkom. Pencapaian mahasiswa telah dilakukan dan tentunya kinerja dosen. Saat ini, perlu kinerja dosen yang lebih riil untuk mendorong kemajuan kampus walaupun saat ini dosen juga bergerak untuk memberikan kontribusinya. Penilaian ini juga sebenarnya tidak cukup bila tanpa diiringi penilaian kualitas lulusan dari pihak penyerap tenaga kerja.

Apresiasi terbatas dan tidak terbatas dengan harapan memberikan kinerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Walaupun masih ada beberapa bagian yang sibuk dengan pencitraan diri, maka saya melihatnya tidak etis. Bahkan, terkadang saya tertawa dengan apa yang dipublikasikan karena menjadi sesuatu yang kurang berguna kecuali untuk dirinya. Beberapa kegiatan akademik perkuliahan, pembelajaran, dan lainnya masih dirasa kurang efektifitasnya.

Penilaian ini memang subyektif atas penilaian pribadi. Penilaian yang tak luput dari kesalahan. Hal ini dilakukan untuk dapat memberikan dorongan peningkatan prestasi dan pemacu bagi mereka-mereka yang belum memberikan kinerjanya lebih baik. Ada beberapa penilaian obyektif yang dapat dilakukan seperti menggunakan balance score card. Mudah2xan ke depan kita dapat melakukan perbaikandan peningkatan. Amiin.

Salam Perbaikan….

Leave a Reply