Menulis dengan Gila

 

Setelah mengikuti kuliah singkat 2 jam setiap hari selama 3 hari, saya rasa perlu untuk menuliskan berbagai hal yang perlu dibagi buat rekan-rekan semua. Kuliah singkat atau apapun namanya diberikan oleh Pak Hernowo Hasim yang pernah menjadi editor buku di Mizan, jabatan terakhir sebagai staf ahli Direksi di Mizan, dan penulis beberapa buku (kurang lebih 35 buku) berkaitan dengan pembelajaran, menulis dan mengajar. Dalam kuliah tersebut, saya hanya menyimpulkan bahwa untuk menghasilkan karya tulis yang original dan baik maka kita harus menjadi “gila”.

untuk menghasilkan karya tulis yang original dan baik maka kita harus menjadi “gila”

Paparan pertama di awali dengan mulailah menulis dengan karya sendiri. Hal ini menjadi isu penting mengingat pertumbuhan internet memudahkan memperoleh tulisan tanpa harus mengetik ulang. Fakta menunjukkan semakin banyak yang tertangkap melakukan plagiarisme dengan mencontek karya orang lain. Bagaimana dengan kita? saat ini, banyak juga mahasiswa menggunakan landasan teori dengan copy paste dari blog orang lain. Perbuatan tersebut termasuk plagiat dan membunuh kemampuan kita dalam menulis. Kita semakin kerdil dengan hanya mengambil tulisan orang lain. Produktivitas memanfaatkan pikiran menghasilkan tulisan semakin tumpul dan mati. Silahkan untuk merenungkan sendiri hal ini.

Menurut saya, menulis merupakan kompetensi dasar bersama dengan speaking yang harus dimiliki setiap orang. Manusia dianugerahi lisan dan tangan untuk berkomunikasi dan berbagi pikiran dengan yang lainnya. Bagi Pak Hernowo, kata “Iqra” dalam Al-Quran meliputi baca, meneliti dan menulis. Kita dapat menyampaikan gagasan dengan menulis. Dengan tulisan, kita dapat merubah cara berfikir orang lain bahkan kita dapat memperoleh nilai ekonomi yang besar melalui tulisan seperti JK. Rowling, Andrea Hirata, Habiburrahman, Helvi Tiana Rosa dan lain-lain. Menulis juga akan diperlukan dalam pembuatan surat, laporan, paper ilmiah, dan penulisan lainnya.

Menurut saya, siapapun sebaiknya harus bisa menulis. Menulis harus menjadi passion untuk berbagi kepada siapapun. Media di internet memberikan keterbukaan untuk menuliskan dan membagikan kepada siapapun melalui blog, facebook, twitter, dan lain sebagainya. Internet merupakan repository yang besar untuk menampung semua tulisan. Menulis di internet memudahkan bagi kita menyampaikan gagasan tanpa bertatap muka dan dapat di akses oleh milyar-an manusia. Seseorang mungkin dapat berubah dengan tulisan kita. menulis baik di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, moral, agama, dan lain sebagainya.

Menulis harus menjadi passion untuk berbagi kepada siapapun

Pak Hernowo memberikan salah satuntip untuk meningkatkan produktivitas menulis dengan metode “Free Writing“. Metode ini merupakan metode yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas menulisnya. Paragraf-paragraf berikutnya akan dijelaskan tentang bagaimana memulai menulis agar lebih produktif.

Fase menulis menurut Pak Hernowo meliputi 3 tahap, yaitu

  1. Membuang Pikiran,
  2. Mengolah Pikiran,
  3. Menemukan Gagasan.

dalam melakukan hal ini sebaiknya menggunakan kertas yang terbagi dalam dua sisi, yaitu sisi kanan dan sisi kiri. Tahapan tersebut oleh Pak Hernowo Hasim disampaikan sebagai konsep “mengikat makna” sebagai sebuah kegiatan baca tulis yang memberdayakan.

Membuang Pikiran
 membuang pikiran merupakan proses untuk mengeluarkan pemikiran yang sebenarnya. Terkadang, kita sering bilang “belum mood” untuk menulis. Dalam tahap ini, kita berupaya mengeluarkan pikiran untuk menulis dengan sebelumnya membuang pikiran dalam bentuk tulisan hingga kita menuliskan seperti apa yang diinginkan. Oleh karena itu, ketika kita belum mood maka silahkan menulis bahkan termasuk “hal-hal yang menjadikan kita tidak mood untuk menulis”. Tuliskan hal-hal tersebut untuk ditulis baik di kertas sisi kanan atau sisi kiri yang membuat kita nyaman untuk menuliskannya. Langkah ini dilakukan untuk masuk ke area yang benar-benar membuat kita merasa “mood” atau nyaman untuk memulai menulis.

Mengolah Pikiran
Mengolah pikiran adalah tahapan ketika kita sudah masuk ke area nyaman untuk menulis pada topik yang kita inginkan. Perlu difahami bahwa otak kita terdiri atas otak kanan dan kiri yang mempunyai fungsi berbeda. Kertas dengan dua sisi yaitu kanan dan kiri merupakan cerminan agar kita dapat memfungsikan keduanya. Teknik mengolah pikiran ini dapat dimafaatkan untuk menghasilkan ide pikiran yang kreatif dan original. Kita tuliskan saja baik di sisi kanan atau kiri seperti layaknya kita berdialog. Bedanya, kita berdialog dengan diri sendiri. Berdialog dengan diri sendiri ini lah yang menurut saya kita berusaha menjadi “gila”. Langkah ini perlu untuk mendapatkan karya tulisan yang original hasil pemikiran sendiri.

Menemukan Gagasan
hasil dari mengolah pikiran dimanfaatkan untuk menjadi gagasan dalam penulisan kita. tulisan tersebut kita baca lagi dan disusun untuk menjadi kerangka dalam penulisan kita. Susunan tersebut menunjukan kerangka berfikir kita yang dituangkan dalam tulisan yang konstruktif dan jelas. Pemikiran dalam bentuk tulisan perlu di sampaikan secara sistematis agar pembaca mengerti dan faham apa yang kita sampaikan. Selain itu, perlu menggunakan bahasa yang baik dan benar serta baku sesuai dengan pembaca yang dituju.

Setelah semua terlalui maka kita akan mendapatkan gagasan dan topik yang original serta kreatif untuk disampaikan. menarik untuk dicoba dan dicoba. Menjadi penulis yang baik hanya dapat dicapai dengan 2 cara yaitu berlatih dan berlatih lagi.

Menjadi penulis yang baik hanya dapat dicapai dengan 2 cara yaitu berlatih dan berlatih lagi.

Leave a Reply