Untuk apa manusia diciptakan? Agama juga berbeda-beda.

Kematian Datang Kapan Saja

Nurani merupakan suatu yang abstrak. Nurani menjadi relatifvdan kadang dibingkai dalam framework agama dan keyakinan. Masalahnya… nurani siapa yang benar?  Panduan yang dibuat dan diberikan Tuhan. Selanjutnya, tugas bagi manusia mencari mana panduan nurani yang benar, jika masih mau mencari, berfikir, meneliti dan seterusnya. Memang, kalau kita tidak berusaha mencari maka jawabannya mudah adalah semua agama benar atau semua agama salah. Begitu sederhananya….
Saya belum mencari di agama lain, tapi saya mau jawab apa yang ada dalam islam. 

1. Penciptaan manusia bukan main-main buat manusia

Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun:115).

2. Diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyat: 56).

3. Khalifah Bumi

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”.” (QS Al Baqarah : 30)

Menariknya, khalifah adalah makhluk Allah SWT yang diberikan kewenangan dan kemampuan untuk mengelola bumi. Analogi dr. Zakir Naik nenarik, manusia dengan ambisiusnya memilih untuk menjadi manusia yang harapannya lebih baik dari malaikat. Namun, tentunya Allah SWT mengujinya benar ga manusia itu bisa lebih baik dari malaikat dengan ujian keimanan dan ketakwaan di bumi.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh” (QS. Al Ahzab: 72).

Sebaliknya, kutub negatif setan berusaha menjerumuskan manusia dengan mengajarkan atau bisiki agar ingkar pada Tuhan Nya. Wajar jika muncul banyak ajaran yang disimpangkan.

Tugas manusia mencari, membaca, meneliti, mana yang paling benar. Begitu yang saya tangkap dari makna penciptaan manusia berikut beragamnya pandangan manusia. Allah SWT maha berkehendak, dan kita hanya ciptaan Nya..

Comments are closed.