Membangun Masa Depan

Naruto merupakan salah satu film kartun jepang dengan filosofi pendidikan karakter. Pesan cerita antara lain berkenaan dengan pendidikan karakter seperti kerja keras, kerjasama, pembagian tugas, tak pernah putus asa, loyalitas dan karakter bagus lainnya. Salah satu pesan film tersebut adalah jangan pernah berhenti melangkah dengan kekurangan yang ada. Mereka tidak pernah berhenti berjuang dengan kekurangan yang ada. Dengan kekurangannya, Naruto terus terbina karakternya baik dalam tim atau secara mandiri sehingga menjadi pemimpin yang penuh karakter.

Mereka tidak pernah berhenti berjuang dengan kekurangan yang ada

Pembinaan karakter seseorang tidak dapat dibentuk hanya dalam waktu singkat. Karakter yang baik tidak dapat dibangun dengan pola pembinaan biasa seperti pendidikan pelajaran di kelas. Mata pelajaran PPKN atau PMP sebagai salah satu pendidikan moral tidak terbukti bahwa dapat membangun karakter rakyatnya. Keterpurukan bangsa Indonesia juga tidak lain disebabkan rakyatnya tidak mempunyai karakter yang baik. Karakter rakyat yang kurang kompetitif membentuk bangsa yang tidak kompetitif. Jika rakyatnya dalam bentuk yang kurang berkarakter, bagaimana pula dengan pemimpinnya yang kurang lebih sama pada akhirnya.

Pendidikan indonesia mempunyai peran besar untuk membangun karakter dan kapabilitas bangsa. Pendidikan tidak untuk membangun masa ini, namun untuk membangun masa depan. Masa ini merupakan hasil pendidikan masa lalu. harus direncakan untuk jangka waktu yang panjang. Pendidikan harus bersinergi dengan dunia nyata. Rencana pembangunan bangsa harus seiring dengan pengembangan penelitian kampus. Saatnya, bekerja sama untuk membawa perubahan yang lebih baik dengan penelitian.

Pendidikan tidak untuk membangun masa ini, namun untuk membangun masa depan

Pendidikan memiliki peran penting dalam membangun karakter bangsa yang diinginkan. Saat ini, bangsa indonesia masih mengutamakan pembinaan melalui doktrin konvensional di kelas. Keterbukaan informasi menyebabkan pola tersebut tidak memberikan dampak yang efektif pada pembentukan karakter. Penulis merasa pembentukan karakter perlu dibentuk di lapangan dalam bentuk wajib militer, inkubasi bisnis, keorganisasian, dan bentuk lain bersifat aktif. Pendidikan indonesia masih belum mengarah ke pembentukan karakter sehingga menjadikan manusianya menjadi lebih mandiri, kreatif, dan berjiwa besar.

Pendidikan tidak hanya bertanggung jawab pada kemampuan hard skill, namun bertanggung jawab pada pembentukan soft skill. Soft skill merupakan sisi lain yang perlu diperhatikan dalam pendidikan. Kesuksesan bangsa ini tidak hanya ditentukan dari kemampuan hard skill. Sudah cukup mendengar keberhasil bangsa ini dalam bidang keilmuan di tingkat pendidikan seperti olimpiade atau kontes pada skala internasional. Namun, kenyataan berbicara lain ketika berbicara dalam dunia di luar pendidikan. Jadi… Apa yang salah dalam pendidikan kita. Pada tingkat personal, keberhasilan seseorang untuk dipercaya menduduki posisi manajerial tidak hanya ditentukan dalam kompetensi hard skill. Seorang pemimpin dituntut untuk memanfaatkan resource yang dimiliki sera efisien, efektif, dan tentunya dengan kerja sama yang baik. Tanpa kerja sama yang baik, kita haru melupakan untuk bekerja secara kolektif.

Keberhasilan atas dasar prestasi akademik adalah keberhasilan semu yang kurang sempurna. Kebutuhan dalam dunia kerja akan memerlukan sebagian kecil kompetensi hard skill yang dipelajari. Apakah yang membuat seseorang diterima dan berhasil dalam bekerja? yang membuat dia berhasil adalah karakter yang telah terbina selama proses pembelajaran. Hal tersebut akan terlihat dalam kerjasama, kepemimpinan, ketepatan penyelesaian pekerjaan, kualitas pekerjaan dan tentunya yang tak kalah penting adalah kemampuan konseptual. Pekerjaan besar adalah pekerjaan yang sifatnya kolektif sehingga tidak diragukan bahwa mengembangkan kompetensi soft skill menjadi sesuatu yang sangat penting. Kombinasi hard skill dan soft skill menjadikan kompetensi seseoran semakin sempurna.

Pendidikan mempunyai peran penting dalam pembentukan karakter yang akan berdampak pada karakter bangsa pada tingkat nasional. Karakter siswa atau mahasiswa akan terbawa hingga berada di masyarakat. Mereka akan menjadi agen perubahan dan penerus bangsa. Keberhasilan mereka adalah keberhasilan pendidik. Kegagalan mereka adalah kegagalan pendidik. Pendidik bukan membangun masa ini, namun membangun masa depan. Masa ini adalah karya dari masa lalu. Sudah saatnya, pendidikan memperhatikan aspek pembentukan ini untuk memberikan kompetensi bangsa yang lebih baik. Kemandirian rakyat perlu dibangun lebih dini agar bangsa ini lebih mandiri dan dewasa lebih cepat sehingga kompetensi bangsa lebih baik dari bangsa lain.

Kemandirian rakyat perlu dibangun lebih dini agar bangsa ini lebih mandiri dan dewasa lebih cepat sehingga kompetensi bangsa lebih baik dari bangsa lain

SELAMAT BERUBAH …

Leave a Reply